• YAYASAN PESANTREN AL FAJAR TEGAL
  • Jl. KH. Mufti Salim No. 01 Babakan Jatimulya - Lebaksiu - Tegal
  • alfajarbabakan929@gmail.com
  • +62 858-4233-7982
  • Pencarian

Refleksi Harlah Ke-102 Nahdlatul Ulama: Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan) memiliki tugas dan tanggung jawab moral pada dua hal sekaligus. Inilah yang juga menjadi dasar NU dilahirkan dari ‘rahim’ para ulama pesantren, jauh sebelum Indonesia merdeka.  Para pengurus dan warga NU pasti sudah mengetahui bahwa pada mulanya, NU didirikan karena para ulama kalangan pesantren merasa khawatir terhadap makam Nabi Muhammad dan simbol-simbol Islam di Negeri Hijaz yang akan dihancurkan atas nama bid’ah.

Penghancuran itu dinilai akan berdampak melahirkan diskriminasi dan mengganggu kehidupan beragama di dunia. Para kiai pesantren ketika itu muncul kekhawatiran, jika simbol-simbol Islam dihancurkan atas nama bid’ah maka hanya paham wahabi-lah yang boleh berkembang di Mekkah dan Madinah, dan tidak memberikan ruang bagi keberagaman madzhab di sana.  Akhirnya, para kiai membentuk Komite Hijaz, utusan kalangan pesantren, untuk dapat mengatasi problem tersebut dengan bertemu dan melakukan upaya dialogis bersama Raja Abdul Aziz As-Saud. Komite Hijaz inilah yang dicatat sejarah sebagai embrio yang melahirkan NU pada 1926.

Sebuah Perjalanan Panjang

Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 menjadi momentum penting untuk merenungkan perjalanan panjang organisasi ini dalam berkhidmat kepada agama, bangsa, dan umat. Dengan mengusung tema "Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat", NU mengokohkan kembali komitmennya sebagai penjaga harmoni dan penggerak kemajuan di tengah dinamika zaman.

Sejak didirikan pada 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama telah menjadi mercusuar perjuangan yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga merambah ranah sosial, pendidikan, ekonomi, dan politik. Melalui prinsip ahlussunnah wal jama'ah, NU berupaya menghadirkan Islam yang ramah, inklusif, dan membawa maslahat bagi semua.

Dalam 102 tahun perjalanannya, NU telah berhasil menunjukkan keteladanan dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di masa-masa sulit. Dari peran kiai dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan hingga kontribusi NU dalam membangun moralitas bangsa di era modern, semuanya menjadi bukti nyata dedikasi organisasi ini.

 

Kerja Bersama Umat

Tema "Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat" mengingatkan kita bahwa kekuatan NU terletak pada jalinan harmoni antara ulama dan umat. Kolaborasi ini bukan sekadar konsep, melainkan telah menjadi praktik nyata dalam berbagai aspek kehidupan. NU terus mendorong umat untuk berdaya melalui program pemberdayaan ekonomi, penguatan pendidikan berbasis pesantren, hingga gerakan sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kerja bersama ini bukan hanya demi kepentingan NU, tetapi demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Indonesia Maslahat: Visi Bersama

Indonesia maslahat adalah Indonesia yang damai, harmonis, dan berkeadilan sosial. Dalam konteks ini, NU berperan sebagai penjaga moderasi Islam sekaligus mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional. Prinsip rahmatan lil ‘alamin yang dipegang teguh oleh NU menjadi fondasi kuat untuk terus mendorong terciptanya kebermanfaatan yang merata.

Refleksi dan Harapan

Harlah ke-102 ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ajakan untuk merefleksikan diri. Sejauh mana kita, sebagai bagian dari umat, telah berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita luhur NU? Bagaimana kita dapat lebih berperan dalam membangun Indonesia yang maslahat? Mari jadikan momentum ini sebagai penyemangat untuk terus bekerja, berkolaborasi, dan berinovasi. Dengan semangat gotong royong, mari kita jaga warisan perjuangan para ulama pendiri NU dan teruskan langkah beliau-beliau menuju Indonesia yang lebih baik.

Selamat Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama. Semoga NU semakin kuat, umat semakin sejahtera, dan Indonesia semakin maslahat.

 

Oleh: Hanif Hashim_25

Tulisan Lainnya
Memperingati Haul Ke-8 Dan Meneladani Kisah Kehidupan Abah KH. Fatchudin

Pendiri Pondok Pesantren Al Fajar Babakan Tegal Babakan, 26 Oktober 2025. Delapan tahun sudah Abah KH. Fatchudin kembali ke pangkuan Sang Kholik. Namun setiap langkah kami di pondok i

26/10/2025 14:49 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 219 kali
Selamat Tahun Baru Islam 1447 H: Momentum Hijrah Menuju Perbaikan Diri

Tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah menandai awal tahun baru dalam kalender Islam. Tahun baru ini bukan hanya sebuah pergantian angka, melainkan momen spiritual yang penuh makna — men

28/06/2025 06:39 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 322 kali
Peringatan Hari Guru di Ponpes Al-Fajar:

Minggu, 24 November 2024. Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan memperingati Hari Guru dengan penuh hikmat. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri, ustadz, dan ustadzah yang menjadi ba

28/11/2024 08:11 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 780 kali
SMK AL FAJAR LEBAKSIU dan SMP AL FAJAR TAKHASSUS AL QUR'AN  LEBAKSIU: Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau melalui Proyek P5

Lebaksiu, [21-22/11/2024] – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, SMK Al Fajar Lebaksiu dan SMP Al Fajar Takhassus Al Qur'an Lebaksiu secara sukses

23/11/2024 18:54 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 857 kali
Ananda Sakylaa Santri Ponpes Al Fajar Babakan Raih Doorprize Umroh Gratis di Acara Gema Sholawat

Babakan, 3 November 2024 - Acara Gema Sholawat Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Babakan tahun ini membawa kebahagiaan luar biasa bagi Ananda Sakylaa, salah satu santri P

06/11/2024 11:56 - Oleh Admin Ponpes - Dilihat 714 kali